Senin, 25 Februari 2019

Efek Minum Pil KB Tidak Teratur Jamnya

Oleh: dr.iChal | Dibaca kali
Pil KB agar efektif penggunaannya harus diminum setiap hari. Idealnya tidak boleh telat atau libur 1 hari pun juga. Dan yang paling bagus lagi jika diminum dalam jam yang sama setiap harinya misalnya jam 09.00 malam atau jam 08.00 pagi.

Tapi apakah ada efek minum pil KB tidak teratur jamnya?

Jika pil KB tersebut adalah pil KB biasa atau pil KB kombinasi yang isinya hormon progesteron dan estrogen, efektivitas pil KB masih bagus walaupun diminum tidak teratur jamnya. Misalnya selisih 1, 2 atau 3 jam dari jadwal yang biasanya. Kerugiannya hanya ibu menjadi lebih besar kemungkinannya untuk lupa jika minum pil KB tidak teratur jamnya.

Lain halnya jika pil KB menyusui atau Pil KB yang hanya isinya progesteron. Agar efektif melindungi dari kehamilan yang tidak direncanakan maka pil KB ini harus diminum sebaiknya dalam jam yang sama setiap harinya. Boleh berbeda tapi mungkin tidak terlalu banyak misalnya Hanya satu atau dua jam saja.

Minggu, 24 Februari 2019

Pengertian Dengue Fever

Oleh: dr.iChal | Dibaca kali
Pengertian Dengue Fever atau biasa disingkat DF adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Virus ini ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti maupun Aedes albopictus. Proses penularannya adalah nyamuk menggigit penderita lalu memindahkan virusnya dengan menggigit orang lain yang sehat di sekitarnya.

Disebut Dengue Fever jika penyakit DBD atau penyakit dengue mempunyai gejala yang ringan. Penderita mungkin hanya merasakan badan sedikit demam, sedikit sakit kepala, dan rasa tidak enak di persendian. Tidak sampai muncul bintik merah atau perdarahan dari hidung dan sebagainya.

Jika sudah muncul perdarahan minimal bintik merah di sekujur tubuh maka penyakit tidak lagi disebut dengue fever tetapi disebut dengue hemorrhagic fever. Disingkat DHF.

Sedangkan jika perdarahan sangat hebat dan tekanan darah sudah turun serta trombosit sangat berkurang maka penderita bisa dikategorikan sebagai dengue shock syndrome. Disingkat DSS. Keadaan ini sangat berbahaya jika tidak segera diatasi. Penderita bisa mengalami kematian.

Ketiga jenis penyakit DBD di atas sama-sama disebabkan oleh virus dengue. yang membedakan adalah berat ringannya gejala yang muncul. jika gejalanya sangat ringan atau minimal maka disebut Dengue Fever saja.

Fotofobia dan Fonofobia

Oleh: dr.iChal | Dibaca kali
Fotofobia dan Fonofobia adalah 2 istilah yang lazim digunakan di dunia kesehatan. Keduanya merupakan gambaran suatu gejala penyakit.

Pengertian Fotofobia adalah kondisi dimana seseorang takut terhadap cahaya. Jika orang tersebut melihat cahaya maka dia akan silau dan tidak nyaman sehingga akan berusaha sekuat mungkin untuk menghindari menatap cahaya.

Sedangkan pengertian fonofobia adalah suatu keadaan dimana seseorang sangat sensitif dan takut terhadap suara. Jika mendengarkan suara maka gejala penyakitnya semakin bertambah.

Fotofobia dan Fonofobia dapat ditemukan pada penyakit migrain. Pada penyakit ini seseorang dapat mengalami silau yang amat sangat jika melihat cahaya. Selain itu gejala sakit kepalanya akan memberat jika mendengarkan suara. Jadi jangan heran jika ada penderita migrain marah-marah ketika ada orang yang ribet di sekitarnya.

Gejala Fotofobia dan Fonofobia juga ditemukan pada penyakit tetanus dan rabies. Oleh karena itu penderita penyakit ini di rumah sakit biasanya ditempatkan di ruang isolasi. Ruang tersebut dikondisikan supaya tenang dan minim cahaya. Karena jika ada cahaya atau suara penderita akan mengalami kejang-kejang.

Apakah Polio Bisa Disembuhkan?

Oleh: dr.iChal | Dibaca kali
Penyakit polio adalah salah satu penyakit yang sangat ditakuti oleh umat manusia. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang dinamakan virus polio. Virus polio sangat mudah menyebar dari satu orang penderita ke orang yang lain. Selain itu sebagian penderitanya akan mengalami kelumpuhan yang bersifat permanen. Kadang-kadang ada penderita yang daya tahan tubuhnya sangat kurang mungkin mengalami kematian.

Virus polio menyerang sel-sel yang ada di sumsum tulang belakang. Menyebabkan sel saraf tersebut kehilangan fungsinya. ketiadaan sel saraf menyebabkan otot-otot tubuh menjadi lumpuh. Contohnya otot kaki tangan dan sebagainya. Bagian tubuh yang lumpuh lama-kelamaan akan mengecil. Proses kecacatan ini bersifat menetap atau permanen. Tidak bisa disembuhkan. Mungkin hanya bisa dikurangi sedikit dengan latihan latihan.

Jadi apakah polio bisa disembuhkan? Jawabannya tidak. Tapi kita bisa mencegahnya dengan imunisasi. Dan bukankah pepatah mengatakan bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati.

Sabtu, 23 Februari 2019

Demam Setelah Imunisasi DPT Combo

Oleh: dr.iChal | Dibaca kali
Anak saya demam setelahi imunisasi DPT combo. Apakah ini normal? Bagaimana cara mengatasinya?

Demam pasca imunisasi DPT combo termasuk hal yang normal. Sumber demam adalah komponen pertusis di dalam vaksin DPT. Komponen ini memicu tubuh bereaksi dengan cara menaikkan suhu tubuh.

Cara untuk mengatasi demam setelah imunisasi DPT combo adalah dengan memberikan obat penurun panas sebelum pelaksanaan imunisasi. Jika setelah 6 jam pasca imunisasi anak masih tetap panas maka pemberian obat penurun panas dapat dilanjutkan. Contoh obat panas yang dapat digunakan adalah parasetamol atau Ibuprofen sirup.

Selain pemberian obat penurun panas atau obat anti demam anak juga dapat diberi kompres air hangat di dahi dan dadanya.